SAS Dinobatkan Leader di IDC MarketScape Decision Intelligence Platforms 2026

International Data Corporation (IDC), salah satu lembaga riset teknologi global terkemuka, menempatkan SAS pada kuadran Leaders dalam laporan IDC MarketScape: Worldwide Decision Intelligence Platforms 2026 Vendor Assessment yang dirilis September 2026. Pengakuan ini menambah daftar validasi independen atas kapabilitas SAS di ranah pengambilan keputusan berbasis AI, melengkapi rekognisi serupa dari lembaga analis lain seperti Chartis dan Gartner yang selama ini menjadi rujukan industri jasa keuangan.

Bagi institusi perbankan dan asuransi di Indonesia yang sedang mengevaluasi platform decision intelligence, laporan ini memberi konteks penting: bukan sekadar soal fitur, tapi soal siapa yang benar-benar mampu menjalankan keputusan otomatis secara governed, explainable, dan siap audit.

Apa Itu Decision Intelligence, dan Kenapa Sekarang Jadi Sorotan?

IDC mendefinisikan decision intelligence sebagai disiplin dan teknologi yang membantu organisasi merancang, merekayasa, dan mengorkestrasi keputusan mengotomatisasi sebagian atau seluruh tahapan proses pengambilan keputusan secara closed-loop. Artinya, keputusan tidak berhenti sebagai output satu kali, melainkan terus dipantau hasilnya, diumpan-balikkan ke sistem, dan disempurnakan dari waktu ke waktu.

Riset IDC ini juga menyoroti tren yang relevan untuk konteks regulasi ketat seperti perbankan dan asuransi Indonesia: mayoritas vendor menegaskan bahwa generative AI dan agentic AI digunakan untuk mempercepat penyusunan dan penjelasan logika keputusan bukan untuk menggantikan keputusan final yang tetap bersifat deterministik dan berada di bawah pengawasan manusia.

Kenapa SAS Ditempatkan sebagai Leader

Menurut evaluasi IDC, tiga kekuatan utama mengangkat posisi SAS:

1. Arsitektur hybrid decisioning dalam satu alur kerja
Platform SAS Intelligent Decisioning, yang dibangun di atas SAS Viya memungkinkan kombinasi rules bisnis, model machine learning, optimasi matematis, dan pemanggilan large language model dalam satu alur terorkestrasi. Logika keputusan cukup ditulis sekali, lalu dapat dijalankan di lingkungan batch, real-time, maupun container tanpa perlu ditulis ulang.

2. Governance dan explainability tingkat enterprise
Lapisan governance SAS mencakup jejak data ke keputusan yang lengkap (data-to-decision lineage), audit trail berversi, hingga dokumentasi bias dan sensitivitas model komponen yang langsung relevan bagi tim kepatuhan dan auditor di institusi keuangan.

3. Entity resolution dan graph analytics untuk fraud
Kapabilitas entity resolution dan analisis jaringan berbasis graph yang dikembangkan khusus untuk kasus kejahatan finansial dan fraud memungkinkan data relasi (misalnya jaringan rekening atau pihak terkait) langsung diintegrasikan ke dalam logika keputusan tanpa perlu tooling tambahan.

Tabel Relevansi: Temuan IDC vs Kebutuhan Institusi Keuangan Indonesia

Kekuatan menurut IDCRelevansi untuk Bank/Asuransi di IndonesiaSolusi SAS Terkait
Hybrid decisioning (rules + ML + GenAI dalam satu flow)Mempercepat proses credit scoring & underwriting tanpa mengorbankan kontrol regulasiData & AI (SAS Viya)
Governance & audit trail end-to-endMemenuhi tuntutan OJK dan auditor atas transparansi model risikoEnterprise Risk & IBSM
Entity resolution & graph analytics untuk fraudDeteksi jaringan fraud dan pencucian uang lintas rekening/entitasFRAML
Deployment fleksibel (cloud, hybrid, on-premises)Menjawab kebutuhan data residency dan regulasi lokalSeluruh lini produk SAS

Yang Perlu Dicermati Sebelum Memilih Platform

IDC juga mencatat sejumlah area yang masih dalam tahap pengembangan pada SAS, termasuk sejumlah fitur agentic AI seperti penyusunan rule berbasis natural language yang masih berada dalam roadmap 12 bulan ke depan, serta kebutuhan keahlian teknis untuk administrasi platform (meski dapat diatasi lewat layanan terkelola).

Ini justru menegaskan pentingnya peran mitra implementasi lokal yang memahami konteks regulasi dan kebutuhan operasional institusi keuangan Indonesia, bukan hanya menjalankan instalasi, tapi mendampingi dari sisi sales, presales, hingga delivery.

Kesimpulan: Validasi Independen, Eksekusi Lokal

Pengakuan IDC ini memperkuat apa yang sudah dikonfirmasi lembaga analis lain: SAS berada di jajaran atas platform decision intelligence global. Namun bagi institusi keuangan di Indonesia, pertanyaan berikutnya bukan lagi “platform mana yang terbaik secara global”, melainkan “siapa mitra yang bisa mengeksekusinya sesuai kebutuhan regulasi dan bisnis lokal”.

Diskusikan kebutuhan decision intelligence institusi Anda dengan tim SAS Strategic Partner di Indonesia


Sumber: IDC MarketScape: Worldwide Decision Intelligence Platforms 2026 Vendor Assessment, Megha Kumar, September 2026