Institusi Keuangan Anda Siap Lawan Kejahatan Finansial Berbasis AI? Ini Kata Forrester tentang SAS
Ringkasan singkat: Forrester Research menempatkan SAS sebagai Leader dalam laporan The Forrester Wave™: Financial Crime Management Solutions, Q3 2026, dengan skor current offering tertinggi di antara 15 vendor yang dievaluasi. Bagi bank dan asuransi di Indonesia yang sedang membangun strategi FRAML (Fraud & AML terkonvergensi), pengakuan ini menjadi sinyal penting: pendekatan data terpadu dan AI agentic bukan lagi opsi, melainkan arah wajib industri.
Kenapa Bank dan Asuransi Perlu Peduli pada FRAML Sekarang?
Selama ini banyak institusi keuangan menjalankan fraud detection dan AML (anti-pencucian uang) sebagai dua fungsi terpisah — sistem berbeda, tim berbeda, data yang tidak saling terhubung. Padahal kejahatan finansial modern sering kali melibatkan identitas ganda (termasuk identitas sintetis), akun, transaksi, dan pola perilaku yang tersebar di berbagai sistem yang tidak saling bicara.
Pendekatan FRAML (Fraud + AML) hadir untuk menjawab masalah ini: mengintegrasikan deteksi fraud, manajemen KYC, dan AML dalam satu platform, sehingga institusi bisa menghubungkan titik-titik data yang selama ini terfragmentasi.
SAS Raih Skor Tertinggi di Antara 15 Vendor Global
Dalam evaluasi terbarunya, Forrester menilai 15 penyedia solusi financial crime management terkemuka di dunia. Hasilnya, SAS meraih skor current offering tertinggi 4,70 dari 5 dan mencatat nilai sempurna di 9 dari 11 kriteria penilaian, jumlah terbanyak dibanding vendor lain yang dievaluasi.
Kriteria yang dinilai sempurna mencakup hampir seluruh siklus hidup manajemen kejahatan finansial:
- Integrasi data
- Manajemen administrator
- Watchlist management & screening
- Risk scoring berbasis AI/ML
- Dukungan jenis transaksi
- Definisi antrean & alert routing
- Case management
- Integrasi pihak ketiga
- Pelaporan regulasi & operasional
Forrester juga mencatat bahwa SAS adalah satu-satunya vendor dalam evaluasi ini yang tidak mendapat skor di bawah rata-rata pada kriteria current offering manapun menandakan konsistensi kapabilitas di seluruh aspek yang dinilai, bukan hanya unggul di beberapa area saja.
AI Agentic dan Governance: Titik Krusial ke Depan
Salah satu sorotan utama Forrester adalah kombinasi dukungan konvergensi FRAML dengan kapabilitas AI agentic untuk investigasi dan pengambilan keputusan. Semakin banyak pekerjaan investigasi yang dibantu AI agent dengan intervensi manusia yang lebih sedikit, semakin penting pula tata kelola (governance), mencakup transparansi, pengawasan, dan kontrol.
Stu Bradley, Senior Vice President of Risk, Fraud and Compliance Solutions di SAS, menekankan bahwa institusi keuangan tidak bisa mengonvergensikan fraud dan AML di atas data yang terfragmentasi, dan tidak bisa menskalakan AI agentic secara aman tanpa data dan governance yang terpercaya.
Poin ini relevan langsung dengan konteks Indonesia: regulator seperti OJK terus memperketat ekspektasi terhadap tata kelola AI dan manajemen risiko di sektor jasa keuangan, sehingga solusi yang menggabungkan kekuatan deteksi dengan governance yang kuat menjadi semakin bernilai.
Artinya bagi Bank dan Asuransi di Indonesia
Pengakuan Forrester ini menegaskan dua hal yang selama ini menjadi keyakinan MMI dalam mendampingi klien di sektor perbankan dan asuransi:
- Data yang terfragmentasi adalah akar masalah utama dalam deteksi kejahatan finansial, bukan sekadar soal kurang canggihnya model AI.
- Konvergensi FRAML memberi institusi keuangan visibilitas yang lebih utuh, bukan sekadar volume alert yang lebih banyak.
Sebagai SAS Strategic Partner di Indonesia dengan struktur end-to-end mulai dari sales, presales, hingga delivery dan didukung tim SME serta tim support lokal SAS yang memahami langsung roadmap produk dan riset global SAS, MMI membantu institusi keuangan Indonesia merancang dan mengimplementasikan strategi FRAML yang sesuai dengan konteks regulasi dan operasional lokal.
Ingin Tahu Bagaimana FRAML Bisa Diterapkan di Institusi Anda?
Tim MMI siap membantu Anda memetakan kesiapan data, proses, dan governance untuk implementasi FRAML berbasis SAS Viya.
Sumber: SAS Newsroom — “SAS named a Leader in financial crime management solutions, setting the bar”, 24 Agustus 2026.
