
50 Milidetik yang Menentukan: Kisah Deutsche Kreditbank Melawan Fraud di Era Transfer Instan
Bayangkan Anda sedang membeli mobil bekas. Penjualnya sudah menunggu, mobilnya sudah dicek, tinggal satu langkah: transfer. Anda menekan tombol kirim, dan uang itu seharusnya tiba dalam hitungan detik.
Di balik layar, sesuatu terjadi lebih cepat dari kedipan mata. Dalam 50 milidetik, sebuah sistem memutuskan apakah transfer Anda aman diteruskan atau harus dihentikan. Jika keputusannya keliru, akibatnya bisa dua: uang jatuh ke tangan penipu, atau transaksi Anda yang sah ikut terblokir dan kesepakatan jual beli batal.
Inilah persoalan yang dihadapi Deutsche Kreditbank (DKB), bank direct terbesar kedua di Jerman. Dan inilah cerita bagaimana mereka menjawabnya.
Ketika Waktu Tinggal 10 Detik
Semuanya bermula dari sebuah aturan. Instant Payments Regulation milik Uni Eropa menetapkan bahwa bank dan penyedia pembayaran harus menyelesaikan transfer instan dalam 10 detik, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, lintas negara, tanpa biaya lebih mahal dari transfer biasa. Aturan itu juga mewajibkan pemeriksaan sebelum otorisasi, yang berarti deteksi fraud harus berjalan real-time, dalam kisaran 50 milidetik.
Di saat yang sama, ancamannya tidak menunggu. Kerugian akibat kejahatan siber di Jerman pada 2024 diperkirakan mencapai sekitar €267 miliar. Percobaan fraud pada pembayaran instan di Eropa dilaporkan naik tajam, sering kali berlipat ganda dari tahun ke tahun. Regulator keuangan Jerman, BaFin, mendorong bank memakai segala sarana yang ada untuk menghentikan transaksi mencurigakan sebelum dana keluar dari rekening.
Bagi DKB, ini adalah isyarat jelas: cara lama memikirkan pencegahan fraud tidak lagi cukup.
Bank dengan 6 Juta Nasabah dan Satu Keputusan Besar
DKB melayani hampir 6 juta nasabah (5,9 juta) dan memproses hingga setengah juta transaksi setiap hari. Skala sebesar itu membawa peluang sekaligus risiko. Pelaku fraud bergerak secepat pembayaran instan itu sendiri, dan bank harus selalu satu langkah di depan.
Maka DKB mengambil keputusan berani: memodernisasi sistem fraud-nya dari dasar. Bersama SAS, mitra yang sudah lama bekerja sama dengannya, DKB mengubah sistem deteksinya menjadi platform cloud-native yang digerakkan AI.
Satu Tahun Menuju Cloud
Perjalanan dari sistem on-premises ke cloud memakan waktu sekitar satu tahun. Florian Lindemann, Head of Fraud Analytics and Data Platform di DKB, menyebutnya transformasi yang fokus dan stabil. Semuanya berawal dari dua keputusan: komitmen cloud di tingkat perusahaan, dan pilihan untuk memodernisasi ke SAS Viya sebagai managed service. Tujuannya dua sekaligus: menghadapi fraud yang makin canggih dan menekan biaya operasional.
Sistem barunya, SAS Financial Crimes Analytics di atas SAS Viya, dijalankan oleh SAS Managed Cloud Services di Amazon Web Services (AWS). Mari ikuti perjalanan sebuah transaksi di dalamnya.
Begitu transfer dikirim, SAS Business Orchestration Services mengumpulkan sinyal-sinyal langsung: perilaku akun, data perangkat dan sesi, pemeriksaan nama pemilik rekening dan IBAN, hingga daftar dan batas transaksi. Sinyal itu dinormalkan lalu diteruskan ke SAS Viya untuk keputusan real-time, sementara komunikasi API dengan platform core banking berjalan bolak-balik.
Di SAS Intelligent Decisioning, alur keputusan otomatis yang disusun para spesialis fraud menimbang risiko transaksi. Di belakangnya, model machine learning untuk deteksi anomali, yang dibangun dan terus diperbaiki data scientist lewat SAS Model Manager, ikut bekerja. Tim DKB tidak terbatas pada pemrograman SAS; mereka juga bisa memakai Python dan bahasa open source lainnya. Hasilnya: setiap transaksi dinilai dalam 50 milidetik.
Menurut Lindemann, tanpa deteksi anomali dan pola serta kemampuan belajar AI, deteksi fraud di era pembayaran instan nyaris mustahil. DKB juga dapat memperkaya model dengan data pihak ketiga tepercaya untuk meningkatkan akurasi deteksi.

Ketika Manusia Harus Turun Tangan
Tidak semua transaksi bisa diputuskan mesin. Ketika sebuah transaksi memerlukan tindak lanjut, SAS Visual Investigator mengambil alih: triase alert yang jelas, status kasus yang terlihat sekilas, dan investigasi yang lebih cepat. Nasabah pun segera mendapat pemberitahuan atas percobaan fraud dan penyelesaian yang cepat serta meyakinkan.
Kembali ke Mobil Bekas Tadi
Kisah mobil bekas di awal bukan sekadar ilustrasi; Lindemann sendiri memakainya. Pembayaran yang sah tetapi terblokir bisa menggagalkan kesepakatan dan membuat nasabah kecewa. Karena itu bagi DKB, presisi sama pentingnya dengan kecepatan.
Dengan SAS Viya, DKB dapat melindungi nasabah yang sah sekaligus mengenali pelaku fraud yang sebenarnya, bahkan sejak tahap registrasi. Pendekatan decision-first yang dipadukan dengan analitik canggih membantu bank menangkap lebih banyak aktivitas fraud, menekan false positive, dan meminimalkan gangguan bagi nasabah.
Angkanya berbicara: 5,9 juta nasabah, 500.000 transaksi per hari, dan 50 milidetik untuk menilai tiap transaksinya.
Apa Artinya bagi Bank di Indonesia
Indonesia pun sudah hidup di era pembayaran real-time, dengan BI-FAST dan layanan pembayaran digital yang kian masif. Dari kisah DKB, ada beberapa hal yang layak dibawa pulang.
Pertama, kecepatan keputusan adalah syarat dasar: pada pembayaran instan, fraud harus dicegat sebelum dana berpindah, bukan setelahnya. Kedua, AI dan machine learning bukan pelengkap, melainkan fondasi deteksi di skala besar. Ketiga, melindungi nasabah berarti juga tidak mengganggu nasabah yang sah, jadi menekan false positive sama pentingnya dengan menangkap fraud. Keempat, orkestrasi data real-time, keputusan otomatis, manajemen model, dan manajemen kasus perlu berada dalam satu alur kerja. Dan kelima, cloud terkelola dapat mempercepat modernisasi, seperti dibuktikan DKB yang menuntaskannya dalam sekitar satu tahun.
Bab Berikutnya Bisa Dimulai dari Sebuah Percakapan
Mitra Mandiri Informatika (MMI) adalah SAS Strategic Partner yang mendampingi sektor jasa keuangan di Indonesia dalam menerapkan solusi FRAML, manajemen risiko, dan Data & AI. Jika Anda ingin mendiskusikan bagaimana pendekatan serupa dapat diterapkan pada kebutuhan institusi Anda, tim kami siap membantu.
Sumber: SAS Customer Story, “Intelligent, real-time fraud decisions in 50 milliseconds”. https://www.sas.com/de_ch/customers/deutsche-kreditbank-en.html
